Bobblehead Bunny Indonesia Love Story: November 2013

Jumat, 29 November 2013

"In Love"

In Love <3


Pada suatu malam, jendela kamarku terbuka. Membiarkan hembusan angin masuk kedalam kamarku. Terlihat sesosok pria. Rambutnya yang ikal berwarna creme dan mata nya yang berwarna chesnut yang disinari cahaya bulan purnama membuatku tidak dapat berpaling arah. Ia hanya mengulurkan tangannya dan memanggil namaku "Charollette...."


Suara alarm membangunkan tidurku yang nyenyak. Mrs. Johnson telah menyiapkan sarapan untuku. Mr. Johnson sudah pergi bekerja sejak tadi pagi sekali. Sejenak bersiap-siap untuk ke sekolah, terpikir olehku mimpi tadi malam. Ia memanggil namaku dengan lembut. Suaranya yang rendah dan tatapannya yang tajam membuatku berdebar. Tidak lama setelah itu, Mr. James datang menjemputku. "Hey ,Charollette! Ini hari pertamamu masuk High School bukan?" "Yeah, aku harap aku mendapat banyak teman." Mr. James membukakan pintu mobil untuk ku. Diperjalanan, Aku mendengarkan lagu "Love Story - Taylor Swift". aku berpikir, Apa itu cinta? Apa itu seperti Romeo dan Juliet yang mati bersama? atau kakek dan nenek yang hidup dan tua bersama? atau....? Yeah, cepat atau lambat aku akan tahu arti cinta itu. Sesampai di sekolah St. Alexie High School. Aku ingin melihat kelasku. I hope, masa High School ku berjalan dengan manis. Sesampai di kelasku,10A. Aku duduk dekat jendela sambil melihat kakak kelas yang sedang bermain Soccer.  beberapa menit kemudian, anak perempuan di kelasku mengerumuni jendela. Mereka melihat seorang pria ber-jersey. Yeah, Ia memang terlihat cool dan handsome. Tidak lama sesudah itu, aku melihat seorang pria masuk kekelasku. Sepertinya, aku pernah melihatnya, tetapi dimana?. Matanya yang chesnut mengingatkan ku pada mimpi tadi malam. Yeah, itu dia. Tidak kusangka. Aku melihat namanya, Gray. Dia cukup populer dikalangan perempuan. Untuk pengaturan tempat duduk, Ia duduk jauh dari tempatku. Yah, mungkin cuma mimpi belaka. it's hopeless. Jam pelajaran ke 4 selesai. Roselie mengajak ku makan di kantin. Di sana, aku melihat kakak - kakak kelas yang selesai olah raga. Aku bertanya kepada Roselie "Hey,  kau tahu nama kakak kelas itu?" sambil menunjuk kearah seorang laki-laki yang tadi pagi bermain soccer. "Yeah, it's Steve. Dia kapten club soccer di sekolah ini. banyak anak yang menyukainya karena tampangnya yang cool dan handsome, tapi aku dengar dia mempunyai kepribadian yang buruk. Dia playboy. Sekarang dia sudah kelas 11." "Owwhh....ngomong-ngomong, apakah kau akan pergi melihat pertandingan soccer antar kelas, besok? Antara kelas kita dan kelas 11. Mungkin kelas nya Steve." "Yeah, It 'd be great.". Setelah istirahat, Gray tiba-tiba lewat dan menarik tanganku dan secepat-cepatnya pergi dari situ. Ia mengajak ku pergi ke halaman sekolah. Matanya yang berwarna chesnut menatapku lekat-lekat. Beberapa menit setelah itu, Ia berkata "Kau perempuan yang kumimpikan tadi malam. Siapa namamu?" "Charollette. Apa yang kau mimpikan?" "Aku bermimpi, Kau adalah reinkarnasi dari seorang perempuan yang kukenal dulu" "Siapa itu?" "Lauren, kami telah berpacaran selama 2 tahun sejak Junior High School 1st year tetapi, Ia mengalami kecelakaan." "?! ARE YOU CRAZY? tidak mungkin ada cerita reinkarnasi seperti itu. Itu hanya mimpi belaka. Jikalau itu nyata, aku tidak akan menjadi orangnya" Charollette melepaskan cengkraman Gray. Ia kembali ke kelas dan berpikir "Why, why he called me for such a thing?". Keesokan harinya, Aku dan Roselie melihat pertandingan tersebut. Aku tahu, kelas 11 itu pasti akan menang. Score memang sudah tertinggal jauh. Pertandingan selesai, score antara kelas 10 dan 11 adalah 2-10. Gray terlihat capek. Anak perempuan mendatanginya, menawarkan handuk serta minuman segar. Tetapi, aku tahu. Ia  pasti kecewa. Bel tanda istirahat berbunyi, suara itu nyaris tidak kusadari karena melihat Gray yang kecewa. Roselie mendatangi Charollette, "Hey, apakah kau ingin membaca buku di libary?". "Yeah, let's go.". Seperjalanan, kami bertemu Steve dengan temannya, Leon. Mereka memandangku dengan tatapan aneh. Mungkin, ini karena mereka tahu bahwa aku salah satu murid dari kelas yang baru mereka lawan tadi. Lalu dengan suaranya yang berat, Steve menngejek kelasku, Tetapi Roselie tidak mendengar. Aku langsung merespon dengan suara keras "Hah??!, kenapa bisa banyak perempuan yang menyukai anak itu.". Steve menoleh kearahku. Roselie bertanya "Ada apa, Char?". "Tidak apa-apa Syukurlah, kau tidak mendengarkan perkataannya....". Yeah, Just a stupid girl who fell in love with guy like him. Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Aku pergi mengelilingi sekolah. Mendengarkan lagu yang berjudul "Red - Taylor Swift". I wonder... How it'd feel like if I feel in love with somebody that badly?. Beberapa saat kemudian, aku melihat Gray yang babak belur sedang dipukuli oleh kakak kelas 11 yang tadi bertanding dengannya. Tidak berpikir, aku langsung melindungi Gray dari serangan itu. Pukulan itu mengenai pipiku. Steve langsung melerai. kakak-kakak kelas itu pergi. Aku segera membawa Gray ke UKS dan mengobati luka Gray. Ia tak mengeluarkan sepeser katapun. Suasana menjadi hening. Aku dapat mendengar suara janitor yang sedang menyapu lantai. Dengan tangannya, Gray menyentuh daguku dan berkata "Kau mirip dengannya." Aku melihat wajahnya yang memandangku dengan lembut. Tangannya perlahan menyentuh rambutku.., "Your hair.....it's soft......, I Like it." . My heart skip a beat. Mengapa ia berkata seperti itu kepadaku? Apakah dia memikirkan.....Lauren....? "Mmm, I have to go now, see ya..."  aku melepaskan genggaman tangannya dan pergi. Seusai itu, aku pulang. Di rumah, Mrs. Johnson telah menyiapkan makan malam. "How's your first day, Char?" "Seperti biasa, Mom." aku mengahbiskan makan malam ku setelah itu mandi dan tidur.


Peristiwa tadi siang, terulang dalam mimpiku. Tetapi, saat Gray menyentuh rambutku, Steve melihat kami. Gray tidak menyadarinya. Steve melihatku dengan tatapannya yang kaget. Matanya bertatapan denganku. Saking kagetnya, mulutnya sedikit terbuka. Ia seperti shock berat. TO BE CONTINUED